Analysis of Vulnerability Population to Landslides, Selo Boyolali District

Authors

  • Anggun Deristani Postgraduate Program of Environmental Science, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Jumadi Jumadi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162
  • Kuswaji Priyono Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162

DOI:

https://doi.org/10.53824/ijddi.v2i1.8

Keywords:

vulnerability, landslide, vulnerability, population, scoring.

Abstract

Selo district is an area prone to landslides proven to be 32 events in a period of 10 years however, has a population of 29,342 people. The population is spread on moderate landslide vulnerability to very high landslide vulnerability. The purpose of this study was to determine the distribution of landslide vulnerability in the District of Selo and determine the vulnerability of the population to landslides in the District of Selo. Research using descriptive survey methods utilizing numerical data processed through ArcGIS with scoring and overlay processing. Selo District is dominated by moderate population vulnerability to high landslides.

References

Adiyoso, Wignyo. 2018. Manajemen Bencana Pengantar Dan Isu-Isi Strategis. Jakarta : Bumi

Aksara.

Afiyat Setiawan Meifiyanto. 2017. Analisis Kerawanan dan Kejadian Tanah Longsor Di Kabupaten

Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS.

Anies. 2018. Manajemen Bencana Solusi Untuk Mencegah dan Mengelola Bencana. Yogyakarta :

Gosyen Publisbing.

Anonim. 2002. WHO Drug Information, Vol 16, No.3. Geneva: World Health Organization.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2013. Indeks Risiko Bencana Indonesia. Jakarta : BNPB

Jakarta.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2016. RBI RISIKO BENCANA INDONESIA.

Badan Penanggulangan Becana Daerah Kabupaten Boyolali, 2019. Daerah Rawan Longsor di

Kabupaten Boyolali, [online] www.bpbd.boyolalikab.go.id[8Agustus 2019].

Badan Pusat Statistik Kecamatan Selo. 2018. Kecamatan Selo Dalam Angka 2018, [online]

www.bpbd.selokec.go.id.[8 Agustus 2019].BAKORNAS PB. 2002. Arahan Kebijakan Mitigasi Bencana Perkotaan di Indonesia. Jakarta: Badan

Koordinasi Penanggulangan Bencana.

Departemen Kehutanan. 1990. Undang Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sourcedaya

Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta: Dephut.

Diposaptono, Subandono. 2009. Menyelamatkan Diri Dari Tsunami. Bogor : PT. Sarana Komunikasi

Utama.

Djaali dan Muljono, P. 2007. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : Grasindo.

Dony M Sihotang. Metode Skoring dan Metode Fuzzy dalam Penentuan Zona Resiko Malaria di

Pulau Flores. JNTETI, Vol. 5, No. 4, November 2016.

Giyarsih, Sri Rum. 2012. Aspek Sosial Banjir Lahar. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

Habibi, Marbruno dan Imam Bukhori. 2013. Model Spatial Kerentanan Sosial Dan Ekonomi

Kelembagaan Terhadap Bencana Gunung Merapi. Universitas Diponegoro. Jurnal Teknik

PWK Volume 2 Nomor 1. [online] http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/pwk [akses:17

Februari 2020].

Hardiyatmo, Hary Cristandy. 2006. Penanganan Tanah Longosr dan Erosi. Yogyakarta : Gadjah

Mada University Press.

Hardjono, Imam. 2015. Vulkanologi Dan Mineralogi Petrografi. Surakarta : Muhammadiyah

University Press.

Hermon, Dedi. 2015. Geografi Bencana Alam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Hizbaron dan Ma'rif. 2015. Strategi Menuju Masyarakat Tangguh Bencana. Yogyakarta: Paradigma

Purba, Jonny. 2005. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Karnawati, Dwikorita. 2005. Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya

Penanggulangannya. Yogyakarta : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas

Gadjah Mada.

Kartomo Wirosuhardjo. 1986. Kebijaksanaan Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Indonesia.

Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Latief, Hamzah., Sunendar, Haris., Hadi, Safwan., Sengara, I Wayan., Rahayu, Harkunti P. 2010.

Bencana Kelautan Mengelola Resiko Bencana Negara Maritim Indonesia: Bencana

Kebumian, Kelautan, dan Atmosferik. Bandung : Institut Teknologi Bandung

Lembaga Demografi FEUI. 2015. Dasar Dasar Demografi. Jakarta : Salemba Empat.

Muawanah, Afi. 2017. Analisis Risiko Kerentanan Sosial Dan Ekonomi Terhadap Bencana

Longsorlahan Di Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Skripsi. Surakarta :

Fakultas Geografi UMS.

Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor : Gralia Indonesia.

Priyono, Kuswaji Dwi dkk. 2006. Analisis Tingkat Bahaya Longsor Tanah Di Kecamatan

Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Laporan Penelitian Reguler. Surakarta : Universitas

Muhammadiyah Surakarta.Priyono, Kuswaji Dwi dkk. 2006. Model Konservasi Bedasarkan Faktor Pemicu Dominan Pada

Berbagai Tipe Longsoran Melalui Citra Landsat di Kabupaten Banjarnegara. Surakarta :

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Laporan Penelitian PHK-A2.

Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan

Permukiman. Jakarta : Sekertariat Negara.

Republik Indonesia. 2007. Undang – Undang UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

Bencana. Jakarta : Sekertariat Negara.

Rudiyanto.2010. Analisis Potensi Bahaya Tanah Longsor Menggunaan Sistem Informasi Geografis

(SIG) Di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Skripsi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS.

Rusmiyati, Chatarina. 2012. Penanganan Dampak Sosial Psikologis Korban Bencana Merapi. Jurnal

Informasi, Vol 17, No. 02 Tahun 2012.

Dibyosaputro, Suprapto. 1992. Longsorlahan Di Daerah Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo.

Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM.

Sartohadi, Junun, dkk. 2012. Pengantar Geografi Tanah. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Suharjo, dkk. 2017. Geomorfologi Dasar Dinamika Permukaan Bumi Dan Dampaknya Terhadap

Manusia Di Bebagai Lingkungan Bentang Lahan. Surakarta : Muhammadinya University

Press.

Wardyaningrum. 2015. Modal Sosial Inklusif dalam Bencana Jaringan Komunikasi. Jurnal Asosiasi

Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Volume 3, Nomor 1 Juli 2016 (hal 33-35).

Wiarto, Giri. 2017. Tanggap Darurat Bencana Alam. Yogyakarta : Gosyen Publisbing.

Wignyosukarto, B. 2007. Pengelolaan Sourcedaya Air Terpadu dalam Upaya Pencapaian Tujuan

Pembangunan Millenium 2015. Yogyakarta : Pidato Pengukuhan Guru Besar FT UGM.

Hapsoro, Arsiadi Wisnu dan Imam Bukhori. 2015. Kajian Kerentanan Sosial Dan Ekonomi Terhadap

Bencana Banjir (Studi kasus : Wilayah Pesisir Kota Pekalongan). Universitas Diponegoro.

Jurnal Teknik PWK Volume 4 Nomor 4. [online]

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/pwk. [akses: 17 Februari 2020].

Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta : Pustaka

Pelajar.

Downloads

Published

2022-06-18 — Updated on 2023-01-10

Versions

How to Cite

Deristani, A. ., Jumadi, J., & Priyono, K. (2023). Analysis of Vulnerability Population to Landslides, Selo Boyolali District. International Journal for Disaster and Development Interface, 2(1). https://doi.org/10.53824/ijddi.v2i1.8 (Original work published June 18, 2022)

Issue

Section

Articles